Jika Terjadi, Mataram Akan Lockdown Dua Lingkungan Ini

184

Mataram, LOMBOKim – Melihat eskalasi penularan yang sangat tinggi di dua lingkungan ini, Pemerintah Kota Mataram akan menutup akses atau lockdown dua lingkungan tersebut. Atas keputusan tersebut, kebutuhan ekonomi masyarakat bakal dijamin.

Walikota Mataram menerangkan langkah tersebut sebagai upaya menjalankan program penanganan Covid-19 berbasis lingkungan.

“Mudahan berjalan efektif di lingkungan. Pemerintah serta masyarakat terus bekerja keras melawan virus Corona,”harapnya.

Lingkungan yang bakal di Lockdown adalah lingkungan Panarage, Kelurahan Cakra Barat, Kecamatan Cakranegara dan Lingkungan Pelembaq, Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan.

“Setelah rapid test massal, kalau hasil tinggi di dua lingkungan itu, saya akan lockdown,” kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, H. Ahyar Abduh dikonfirmasi Selasa, 5 Mei 2020.

Walikota menyebutkan, di Lingkungan Panarage ditemukan tujuh turunan atau warga yang terpapar virus Corona. Dan, empat orang di Lingkungan Pelembaq. Penularan ini terjadi akibat transmisi lokal. Pasien sebelumnya positif dari salah satu klaster menular ke warga lainnya.

Pertimbangan menutup total dua lingkungan karena lingkungan Panarage memiliki demografi wilayah padat. Selain itu eskalasi penularan diprediksi meningkat karena pasien positif terinfeksi beraktivitas seperti biasa di tengah masyarakat. Selanjutnya, pemerintah menginginkan mencegah penularan lebih luas.

Selama penutupan total, Pemkot Mataram akan menjamin kebutuhan masyarakat setempat. Oleh karena itu sambungnya, diminta organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah mendata jumlah warga yang tinggal di dua lingkungan tersebut. Data itu sebagai bahan untuk menyiapkan seluruh kebutuhan warga. Seperti, beras, minyak dan kebutuhan lainnya. Petugas kesehatan juga akan disiagakan mengawasi aktivitas masyarakat.

Terkait pemeriksaan kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menambahkan, tes cepat virus Corona sedang berlangsung di dua lingkungan tersebut.

Pemeriksaan kesehatan diprioritaskan bagi warga yang berada di radius terdekat dari pasien positif terinfeksi. Sebelum menutup akses, tim gugus tugas penanganan Covid-19 akan mengecek kesehatan secara massal warga yang berada di radius satu pasien terpapar virus Corona. Hasil tes itu dijadikan bahan evaluasi untuk mengambil kebijakan. Karena, tidak menutup kemungkinan warga yang terpapar semakin banyak. (Omz/lis)

Comments are closed.