Insentif Kartu Pra Kerja, Alihkan Jadi Modal Usaha

163

LOMBOKim.com – Berbagai kritikan dan masukan terkait Program Kartu Pra Kerja sepertinya tak menyurutkan pemerintah untuk menunda pelaksanaannya. Meski dirasa tak efektif, tapi tetap saja pemerintah melanjutkan pelatihan ini secara online.

Padahal, harapan sebagian besar masyarakat, pelatihan ini ditunda dulu sampai kondisi aman dan akhirnya bisa dilakukan secara langsung yakni misalnya dengan cara pemerintah bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) diberbagai pelosok tanah air. Dampaknya akan lebih masif.

Bukan hanya pembelajaran secara langsung yang akan di dapat. Tapi secara tidak langsung, seluruh LPK akan aktif dan mendapatkan dana bantuan untuk bisa bergerak kembali ditengah pendemi Covid-19 ini.

Tapi ya sudahlah, nasi sudah kedung jadi tempeyek. Uang program 1 juta rupiah mungkin diikhlaskan saja masuk ke kantong pemilik platform.

Sekarang kita fokus ke Insentif Kartu Pra Kerja. Dalam komponen dana Katru Pra Kerja, konon terdapat uang insentif yang akan diberikan pemerintah ke masing-masing peserta pelatihan. Jumlahnya adalah 600 ribu per bulan selama empat bulan dan 150 ribu akan diberikan setelah peserta mengikut seluruh rangkaian pelatihan.

Yang namanya insentif, ini tidak lain adalah materi tambahan untuk mendorong supaya peserta bisa lebih giat lagi ikut pelatihan onlinenya. Entah bagaimana penyalurannya nanti. Setidaknya uang ini bisa masuk ke dompet para peserta bukan ke pemilik platform.

Nah inilah yang mesti dikawal. Jangan sampai dana ini, gagal lagi masuk kantong masyarakat dengan alasan yahana yahanu.

Ini juga jadi kesempatan bagus untuk peserta. Jika memang dana ini akan diberikan secara tunai. Langsung saja arahkan jadi modal persiapan sebelum kerja. Entah dengan membeli alat atau biaya-biaya yang mengarah kepada persiapan kerja.

Kenapa harus dijadikan modal Usaha?

Berharap terlalu banyak kepada pemeritah untuk memberikan bantuan di masa wabah ini tentu kuranglah tepat. Negara kita bukan seperti Amerika yang bisa menggaji pengangguran 19 jutaan perbulan. Maka untuk bertahan di masa pendemi ini, gerak langkah kita juga dibutuhkan. Terutama kemampuan menghasilkan pangan sebagai modal bertahan hidup.

Langkah terkecil yang bisa kita lakukan adalah gunakan sumber daya sekecil apapun itu untuk menghasilkan. Termasuk insentif ini. Jangan hanya berharap diberi, tapi gunakanlah kemampuan kita untuk berusaha menghasilkan lalu akhirnya dapat memberi.

Pada akhirnya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat adalah satu-satunya kunci bagaimana kita bisa menang melawan pandemi Covid-19 dimasa depan. (Abd Ghafur)

Comments are closed.