Benarkah Remdesiver sebagai Obat Virus Corona? Ini Penjelasannya

158

LOMBOKim.com-Sebelumnya saya pernah membahas terkait tantangan para ilmuwan dalam menemukan obat bagi penderita Covid-19. Saat ini ada empat jenis obat potensial yang sedang di uji sebagai kandidat obat Covid-19. Salah satunya adalah obat Remdesivir.

Remdesivir dahulunya digunakan sebagai obat pagi penderita virus ebola karena obat ini efektif menghambat (Inhibisi) perkembang biakan virus ebola. Bagaimana dengan Covid-19? Eits walaupun Remdesivir memiliki potensi menghambat virus Covid-19, tapi masih dalam tahap pengujian ya, jadi belum disetujui sebagai obat Covid-19.

Lalu bagaimana cara Remdesivir menghambat virus Covid-19? Oke mari kita bahas secara sederhana.

Dr. Toni Setiobudi dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura menjelaskan bahwa setelah virus Covid-19 masuk ke sel manusia maka lapisan pembungkus virus akan terbuka dan melepaskan RNA virus (dependent RNA polymerase). Setelah itu ribosom manusia akan mereplikasi (memperbanyak) material genetik DNA sekaligus RNA virus Covid-19 karena sejatinya ribosom tidak dapat membedakan DNA tubuh dan RNA virus. Akibatnya RNA virus semakin banyak dan menyebabkan virus Covid-19 berkembang biak dan menular ke sel lainnya.

BACA JUGA  Usaha Bidang Pendidikan, Menguntungkan Enggak Ya?

Obat Remdesivir ini hadir untuk mengganggu replikasi RNA virus Covid-19 sehingga RNA virus menjadi premature atau tidak normal. Dampaknya RNA virus menjadi rusak dan akhirnya virus Covid-19 tidak dapat berkembang biak tanpa keberadaan RNA tersebut dan akhirnya virus mati.

Penjelasannya complicated banget. Pahamkan? Hehehe, oke mari kita sederhanakan penjelasannya, kita ilustrasikan RNA virus ini sebagai makanan bagi si virus, semakin banyak RNA (makanan) maka si virus semakin kuat untuk membunuh penderita Covid-19. Remdesivir hadir untuk merusak RNA (makanan) si virus sehingga virus kehilangan sumber energi atau makanan yang menyebabkan mereka melemah dan akhirnya mati.

BACA JUGA  Kriteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

Keberadaan obat Covid-19 tentu sangat membantu dalam menyelesiakan permasalahan ini, terlebih diringi oleh kesadaran kita untuk mematuhi kebijakan pemerintah untuk hidup sehat dan tetap beraktivitas dari rumah.  Jika kita tidak mampu berkontribusi secara aktif selayaknya para ilmuwan yang berjuang mencari obat Covid-19 dan para medis yang membantu kesembuhan pasien. Tentu kita masih mampu berperan secara pasif dengan cara mendukung kebijakan pemerintah. Just stay at home. (Farid Wajdi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.