HMI Lotim; Pernyataan Kadis Pariwisata Melukai dan Miskin Ide

338

Selong, LOMBOKim.com. Pernyataan kadis Pariwisata Lombok Timur terkait ungkapannya melarang masyarakat miskin berwisata dinilai sebagai pernyataan yang sangat kony*l dari seorang Pejabat Publik. Penilaian ini disampaikan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong, Selasa 30 Juni 2020.

Melalui Ketua Umum, M. Ahwal Usri Usro mengatakan, “Jika pemerintah hanya membolehkan orang-orang kaya untuk berwisata kan kony*l,”ungkapnya

Matrealistis sekali pemerintah kita, kata Ketua Umum HMI Cabang Selong yang akrab disapa Ahwal. “Pemerintah hanya hadir untuk orang kaya sedangkan yang miskin hanya jadi lahan proyek dengan dalih pemberdayaan,” sikapnya

Lanjut kata Ahwal, jika alasannya hanya karna sampah yang menggunung jangan salahkan Wisatawan lokal saja, kan kesalahan itu bisa saja datang dari pemerintah yang tidak menyiapkan pasilitas kebersihan.

“Pernyataan itu bagi kami membuktikan kualitas dari pejabat kita yang minim ide dan gagasan,”lanjutnya

Meskipun di satu sisi ada ancaman Covid 19, kebijakan New Normal sudah ada, tinggal pemerintah mensiasati untuk Protokol kesehatannya bagi Wisatawan atau dengan membatasi jumlah pengunjung yang masuk perharinya, “Saya kira prihal di atas bisa di lakukan untuk menjadi alternatif karna memang masyarakat kita juga perlu hiburan. Bukan melarang orang miskin berwisata, sebab itu disamping menyakitkan banyak orang, pernyataan tersebut juga tidak layak keluar dari seorang kepala dinas karna sangat diskriminatif,”imbuhnya

Menurut Ahwal, Pada prinsipnya wisata itu ada untuk menghilangkan kegalauan, kegundahan, dan sedikit menepi dari persoalan kesusahan, sebagai pemerintah mestinya bisa menjadi juru kebahagiaan yang hadir di tengah-tengah masyarakat apalagi dengan situasi pandemi seperti saat ini.

“Harapan kami semoga Bupati mengevaluasi secara objektif kadis pariwisata karna sudah melukai perasaan banyak orang,” tutup Ahwal.

Atas sikap diatas Tim Pemuda, Mahasiswa dan Redaksi LOMBOKim sebagai wadah pemuda dan mahasiswa berjurnalisme beserta HMI menunggu Hak Jawab dari Kadis Pariwisata terkait pernyataan tersebut guna mengobati luka karena pernyataan pejabat publik tersebut (R_Sa)

Comments are closed.