Hari Kartini, Memahami Esensi Bukan Seremoni

151

LOMBOKim.com – 21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh Rakyat Indonesia. Kartini merupakan pahlawan nasional yang menjadi simbol kebangkitan perempuan Indonesia yang memperjuangkan emansipasi wanita atau kesamaan hak terutama dalam bidang pendidikan. Dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” (Door Dustenis Tot Licht) Kartini membawa sebuah perubahan dengan melawan steorotip perempuan Indonesia yang dipandang lemah, namun Ia membuktikan bahwa perempuan dapat melakukan banyak hal dalam berbagai ranah kehidupan, sehingga mampu berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

Namun, entah siapa yang memulai sehingga Hari Kartini identik dengan seremonial “Pakaian adat, lomba masak, lomba busana , dan kegiatan yang identik dengan perempuan.” Memang tidak ada yang salah dengan hal ini, masyarakat boleh saja melakukan kegiatan seremonial agar tetap menjiwai Hari Kartini. Akan tetapi yang tidak boleh dilupakan adalah “esensi” dari Hari Kartini tersebut.

BACA JUGA  Prahara Izin Retail Modern

Lalu Bagaimana Memaknai Hari Kartini?

Hari Kartini bukan hanya milik perempuan Indonesia namun laki-laki juga bisa merayakan Hari Kartini untuk memilik semangat seperti Kartini. Semangat untuk memperjuangkan hak untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam semua ranah kehidupan tanpa melihat status ekonomi , maupun keluarga.

BACA JUGA  Luky Sandra Amalia, Perempuan dan Catatannya Soal Kiprah Perempuan

Kartinia mengajarkan kita untuk selalu memiliki harapan “hope” mengejar kehidupun yang lebih baik. Dengan melihat kegelapan “darkness” dalam diri kita dan merubahnya menjadi cahaya “light” kehidupun yang mampu memberikan manfaat untuk orang di sekeliling kita. Bukan sebaliknya malah tenggelam dalam kegelapa yang kita buat sendiri.

Dunia ini begitu kejam untuk hanya sekedar terpaku dan menyesali atas kekurangan yang hakikatnya berasal dari tuhan. Dunia terus bergerak dan memberikan harapan bagi seseorang yang mau mengejar cahaya yang diberikan tuhan.

BACA JUGA  Calon Kades Perempuan ini Sanjung Perjuangan Sitti Rohmi

Akhirnya, semua orang mampu memiliki semangat Kartini. Semangat untuk terus berjuang ditengah keterbatasan kegelapan steorotip yang dibuat manusia. Selamat Hari Kartini!!! (Izhar Ependi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.