Gila..!! Gini To Perjuangan Pejabat Pemrov NTB, “Catatan Ekspedisi Rarak Rongis – Matemega – Marente”

290

Sumbawa, LOMBOKim.com – Perjalanan Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah ke pelosok Sumbawa beberapa hari terakhir benar-benar menggugah rasa ke-NTB-an kita. Betapa tidak, di sudut lain sebagian kita berteriak kencang menuntut perbaikan infrastruktur jalan.

Sementara di sudut lain bahkan ada yang belum menikmati jalan.

“Memang kasihan masyarakat bang..ini lebih parah dari Tepal. Bayangkan ibu2 bakulan ke pasar perjalanan dan perjuangannya kayak apa. Jual pakis untuk dapat Rp 20 sampai Rp 50 ribu,” ujar Gubernur NTB sore tadi melalui pesan what’s App.

Hatinya terenyuh melihat kondisi masyarakat di Rarak Rongis, Mentega Sumbawa dan sekitarnya.

Perjalanan kali ini gubernur yang akrab disapa Bang Zul membawa rombongan cukup gemuk. Setengah kepala dinas plus asisten dan juga beberapa pejabat eselon tiga lainnya.

Assisten II Ir H Ridwan Syah yang mengikuti perjalanan tersebut, memiliki kesan tersendiri dengan perjalanan tersebut.

“Gubernur kita mungkin type pemimpin yg tidak punya urat capek,” ujarnya diawal tulisan.

Dilanjutkannya, bercengkrama di hotel SYARIAH MANDIRI alias Masjid hingga pukul 11 malam. Usai sholat subuh sudah di halo halo untuk melanjutkan ekspedisi yang semula kelihatannya ringan-ringan saja.


Pukul 07.15 beliau memimpin jalan kaki yang katanya hanya 2 jam. Alhasil 11, 72 km melewati perbukitan kebun kopi, tiga sungai , lembah dan tanjakan terjal itu kami tempuh 7 jam lebih dari RARAK RONGIS menuju MATEMEGA.

Uji nyali itu belum selesai, setelah rombongan semua dipastikan utuh tiba di camp MATEMEGA , Pak Gubernur tiba-tiba sudah siap di jok motor trail memimpin perjalanan selanjutnya.

Tanpa pikir panjang semua menyusul di belakang. Bu Budi, Kadis Peternakan dan Bu Yanti, Kadis Perindustrian akrobat di atas mobil off road hardtop ber ban gundul. Mobil itu digandoli belasan kepala OPD tanpa memikirkan keselamatan. Sisanya rebutan naik sepeda motor di belakang pak Gub menuju MARENTE, Kecamatan Alas .

Menyusuri 15-an km jalan tanah, berlumpur tak terhitung berapa kali kami terjatuh ( yang paling sering jatuh adalah Abah Ibnu, Kepala Inspektorat dan Karo Umum, Aulia).

PALING GILA, belasan bahkan puluhan tahun masyarakat di kawasan itu menderita karena belum merasakan merdeka dalam bertransportasi. Jauh dari kenyamanan, setiap hari mereka puluhan kilometer berjalan kaki mengangkut kebutuhan sehari-hari dan bersekolah menuju ibu kota kecamatan, bahkan beberapa dusun belum menikmati listrik.

Sebuah tantangan yang tidak ringan untuk menghadirkan layanan dasar, tanpa kita harus berdebat misalnya soal status jalan.

Masyarakat tidak paham soal begituan , pemerintah harus hadir dan mencarikan solusi.

Pak Syahdan, Kadis PU yang biasanya penuh cerita lucu, sampai finish masih keruh wajahnya dan mumet putar otak menjawab tantangan Pak Gubernur. Begitu juga kami semua pimpinan OPD .

Membangun jalan puluhan kilometer, listrik, sekolah, air bersih, rumah layak huni dan sejumlah harapan untuk usaha di bidang pertanian , perkebunan, peternakan adalah nyata dibutuhkan disitu dan dibanyak tempat di Bima, Dompu dan juga mungkin di Pulau Lombok.

Cerita-cerita diatas hanyalah permulaan, keGILAan sesungguhnya adalah keberanian mengambil keputusan dan bernegosisi dengan Kabupaten,termasuk merangkul mitra BUMN / BUMD

“Terima kasih pak Gubernur, perjalanan yang amat sangat melelahkan tapi sungguh membahagiakan,”kesannya.

(Sambil berdoa cukup sudah sekali yg kemarin saja ya Pak Gubernur…,sangat adil kalo the next teman2 yg blm sempat ikut dan merasakan bahagianya uji nyali seperti kami_..) seloroh asisten II dalam catatan specialnya. (Humas/Susan)

Comments are closed.