Gerakan 3000 Masker untuk Tanjung Luar

1.021

Tajung Luar, LOMBOKim.com – Aliansi pemuda/i Tanjoh bergerak melawan couvid-19 dengan melakukan produksi 3000 masker gratis untuk masyarakat Desa Tanjung Luar. Ketua Aliansi Pemuda/i Tanjoh, Ardani menyampaikan gerakan tersebut sebagai bentuk inisiatif mereka untuk melakukan upaya pencegahan covid-19 di Desa Tanjung luar mengingat disana terdapat pasar ikan yang notabene masyarakat banyak yang berkegiatan disana dan selalu ramai dikunjungi oleh orang luar.

“Sasaran utamanya adalah ibu-ibu yang selalu berpergian ke pasar. Seperti yang diketahui bahwa masyarakat Tanjung Luar adalah mayoritas nelayan, saat nelayan pulang melaut membawa hasil tangkap, tentu sang istri akan menjual hasil tangkap ke pasar. Dan pasar merupakan area vital penularan virus, karena akan terjadi interaksi langsung antara penjual dan pembeli. Jadi APD seperti masker memang sangat diperlukan” tutur Ardani, Kamis (09/04/2020).

Produksi 3000 masker ini sudah berjalan sejak 4 April lalu di Gedung Serba Guna Tanjung Luar. Menurutnya, angka 3000 ini bukan tanpa alasan, Produksi masker sebanyak 3000 biji ini sudah disesuaikan dengan kapasitas yang dimiliki seperti SDM dan perlengkapan yang ada. Saat ini, biaya produksi masker masih bersumber dari donasi yang dikumpulkan dari masyarakat. Selain itu, perlengkapan jahit seperti mesin jahit masih menggunakan mesin jahit dari anggota.

“Sementara ini Dananya dari donatur-donatur Tanjung Luar. Program ini sebenarnya di anggarkan oleh desa, berhubung dana desa belum cair jadi kami dan teman-teman mengambil plan B yaitu open donation agar proses produksi dapat dipercepat, mengingat Lombok timur sudah Zona Merah Covid-19. Open donationnya pun terbatas hanya dari kalangan pengusaha atau siapapun yg memiliki kelebihan materi bisa berdonasi” imbuhnya.

Salah seorang anggota, Asrul juga berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut melihat banyaknya potensi pemuda pemudi Desa Tanjung Luar yang perlu diberdayakan.
“Harapannya ya kegiatan kayak gini bisa terus berlanjut, apalagi disini banyak yang bisa menjahit dan mereka masih muda” pesannya. Aksi ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi Desa-Desa lain dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari lingkungan terkecil kita. (Yunita)

Comments are closed.