Gelar Aksi, Mahasiswa UMMat Mengecam Tindakan Kolonialisme Kampus

98

Mataram, LOMBOKim.com. Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UMMat Menggugat gelar demonstrasi di depan Fakultas Ilmu Kesehatan universitas Muhammadiyah Mataram, pada Selasa (21/07)

Adapun Tuntutan dari aksi tersebut, Gratiskan SPP dan uang pembangunan, wujudkan demokrasi kampus dalam hal melibatkan lembaga kemahasiswaan dalam menentukan kebijakan, perlihatkan Transparansi anggaran pembangunan UMMat, dan berikan nilai kelulusan minimal B bagi seluruh mahasiswa.

Julkarnain dalam orasinya menyampaikan, Rektor telah mengambil kebijakan yang merugikan mahasiswa di tengah kondisi pandemi Covid-19, “Biyaya pendidikan menjerit mahasiswa, Kampus UMMat tidak mengikuti kampus lain dalam meringankan beban SPP,” Ungkapnya

Universitas Muhammadiyah Mataram dalam hal ini, tak ubahnya seperti kolonialisme. “Saya Mengecam tindakan ala kolonialisme yang di lakukan Rektor ummat” tegasnya.

Korlap satu, Widodo dalam orasinya menyampaikan, “Rektor UMMat mungkin sedang amnesia” ungkapnya.

pemboikotan oleh masa aksi

Dikatakannya, ditengah pandemi Covid-19, Universitas Muhammadiyah Mataram mencekik mahasiswa dengan biyaya pendidikan yang tidak dapat jangkau, “Mahasiswa tidak menggunakan fasilitas kampus, tapi mahasiswa tetap diminta bayar,” ungkapnya

masa aksi boikot jalan masuk kampus

Dalam tempat yang sama, masa aksi ditemui WR 3, Hafsah menyampaikan bahwa tuntutan mahasiswa terkait dengan biyaya pendidikan digratiskan maupun pemotongan 50% itu hal yang tidak dapat di penuhi oleh pihak kampus, “mengingat kampus kita Swasta,” tegasnya

Lanjut kata Wr 3, pihak kampus telah mengeluarkan kebijakan pemberian Biyaya paket internet bagi mahasiswa di semester ini, “apabila ada mahasiswa yang belum dapat silahkan lapor ke saya,” sikapnya.

Dalam aksi tersebut, masa aksi bakar Ban bekas, sebagai bentuk kekecewaan karna tidak ditemui oleh Rektor. (R_Sa)

Comments are closed.