G Serem Kok..!! Vaksinasi di NTB, Begini Prosesnya

349

Mataram, Lombokim – Ada sebagian masyarakat yang menganggap pemberian vaksin covid 19 serem. Dari prosesnya sampai khawatir akan bahan yang digunakan. Pun asumsi liar yang bertebaran di masyarakat.

Untuk diketahui, vaksin Covid-19  telah mendapatkan fatwa halal dari MUI. Hanya saja tinggal menunggu Emergensy Use Authorization (EUA) dari BPOM yang sesuai kaidah akademis dan standar WHO.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat, I Gede Putu Aryadi menjelaskan setelah rekomendasi dari BPOM keluar, maka rencananya pada tanggal 14 Januari mendatang akan dilakukan vaksinasi yang diawali dari Pemimpin Daerah, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama, disusul Tenaga Kesehatan dan masyarakat.

BACA JUGA  Tolak Omnibus Law, Masa Aksi Sambangi kantor Gubernur NTB

Bersama itu, pihaknya berharap media juga ikut memberi edukasi “Kami berharap seluruh Media bisa mengambil peran dalam mempublikasikan pentingnya vaksinasi bagi masyarakat,” jelas Gede, sapaan akrab Kadis Kominfotik NTB, saat mengisi acara ulang tahun  Gerbang Indonesia, media asli NTB di Mataram, Senin 11 Januari 2021.

Gede melanjutkan, sebelum mendapatkan vaksin akan dilakukan screening atau pengecekan tubuh secara menyeluruh dikarenakan beberapa penderita penyakit tertentu tidak diperbolehkan menerima vaksin.

Sementara itu, Direktur Gerbang Indonesia, TGH. Fauzan Zakaria, menjelaskan siap untuk mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat khususnya terkait pandemi dan vaksin Covid-19. Menurut Fauzan, memang sudah menjadi salah satu tugas media untuk mengedukasi selain menyampaikan informasi terhadap masyarakat.

BACA JUGA  Wakapolri Tegaskan Perhelatan MotoGP 2021 Di Sirkuit Mandalika Tak Boleh Gagal

“Terlalu gampang masyarakat kita menganggap benar seluruh informasi yang beredar. Oleh karena itu, salah satu tugas media untuk mengedukasi informasi yang benar bagi masyarakat,” tandasnya.

Vaksinasi di Provinsi Nusa Tengara Barat (NTB)siap dilaksanakan secara bertahap mulai 14 Januari mendatang. Terkait hal ini, media massa baik cetak, online, maupun elektronik diminta untuk mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat, agar tidak terjadi disinformasi mengenai vaksin Covid-19(Nov/mz/*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.