FKMJ Gelar Dialog Publik Soal Polemik Pemanfaatan Lahan Hutan Sekaroh

121

Jerowaru, LOMBOKim.com. Forum Mahasiswa Kecamatan Jerowaru (FKMJ) gelar dialog publik yang bertema Polemik Pemanfaatan lahan pertanian hutan Sekoroh dan upaya mencari alternatif solusi yang ramah lingkungan, dalam rangka peringati Hari Tani Nasional. Sabtu, (26/09/20).

Pada dialog tersebut turut hadir sebagai narasumber, Dinas Kehutanan provinsi NTB, Dinas Pertanian Lombok Timur, Dinas BPBD Lombok Timur, Kepala Desa Sekaroh dan akademisi lingkungan.

Menurut ketua Umum FKMJ, junaidi mengatakan, dialog ini jalan mencari alternatif solusi dari polemik atau permasalahan yang terjadi di Hutan sekaroh.

Lanjut iya sampaikan permasalahan hutan sekaroh, dimana Penanaman jagung dinilai menghilangkan fungsi hutan, 80% beralih fungsi menjadi lahan pertanian dan kemitraan Kelompok Tani Hutan (KTH), dan 20% lahan tersebut masuk zona inti kawasan hutan.

“Polemik inilah yang kemudian melatar belakangi dialog publik, untuk mencari solusi alternatif agar masyarakat tani dan kondisi hutan sekaroh tidak tumpang tindih,” ungkap Junaidi.

Iya berharap, Kesejahteraan masyarakat harus berbanding lurus dengan kelestarian alam itu sendiri.Kemudian,

Pada tempat yang sama, Dinas kehutanan Provinsi NTB Melalui Kabid BPM LHK, Lalu Saladin Jupri menyampaikan alternatif solusi yakni beralih tanam dan tidak fokus pada komoditi jagung, karena beberapa tahun terakhir produktivitas jagung di kawasan lahan pertanian hutan sekaroh mengalami penurunan, di sebabkan unsur hara tanah mulai terkikis kesuburannya.

“Dengan Beralih tanam ke tanaman yang bisa menghasilkan buah diharapkan mampu mewujudkan rehabilitasi atau reboisasi hutan dengan tidak mengesampingkan kesejahteraan petani hutan sekaroh, terlebih-lebih kecamatan jerowaru berada pada zona iklim yang tidak kondusif dan rentan terkena kekeringan,” ungkapnya

Iya berharap Bahkan menantang fungsionaris FKMJ untuk melakakun sosialisasi, edukasi dan pendampingan secara continuasi dan konsisten untuk mengimplementasikan tawaran solusi tersebut sebagai bentuk out put dari dialog yang di lakukan.

Selain itu, pada waktu yang sama Kepala Desa sekaroh menyambut baik out put tersebut dan siap bersinergi dengan FKMJ, untuk mengeksekusi wacana alternatif solusi yang di tawarkan dengan catatan tidak merugikan masyarakat tani Hutan Sekaroh. (R_Sa)

Comments are closed.