Dirindukan CO atau CD dari Aksi Peduli IKA SPGN Selong Bermitra IGTKI

121

www.yaspgnselong.asia. Belajar dari masalah-masalah yang muncul pasca bencana alam seperti tsunami di Aceh, banjir Bandang di Jember, gempa bumi di Klaten dan Yogakarta, Gunung Meletus di Yogyakarta dan di Sumatera Utara dan lain sebagainya, masalah umum yang meliputi pendidikan adalah masalah psikologi, sosial ekonomi dan yang tak kalah penting adalah keamanan dan kenyamanan pendidikan anak-anak pasca bencana.

Di Nias misalnya, dikabarkan bahwa anak-anak belajar di tenda-tenda darurat yang sudah lusuh dan lapuk, dengan sarana seadanya. Tak ayal lagi, para anak didik mengeluh kepanasan di siang hari, dan ketika hujan  turun banyak kebocoran di sana-sini akibat tenda yang sudah tidak layak pakai.

Fokus menyangkut pemenuhan hak-hak anak untuk tetap bisa atau secepatnya mendapatkan pendidikan aman dan nyaman,Ketua Ikatan Keluarga Alumni SPGN Selong (IKA SPGN Selong), H.L.M. Nursalim menentukan beberapa pokok permasalahan dan solusi yang bisa disolidaritaskan, minimal untuk mengawal dan atau ikut serta dalam proses pemulihan pasca bencana dengan fokus perhatian pemenuhan hak-hak anak pasca bencana.

BACA JUGA  Beli Mobil Jual Warisan? Status Gokil WA Di Hari Sumpah Pemuda

“Permasalahannya sebenarnya terletak pada bagaimana menghilangkan kebiasaan berkeluh kesah dan saling menggurui yang mengakibatkan lambatnya tindakan, aksi atau terapan, karena kalau cara sudah banyak yang paham, selain itu bagaimana kita segera beraksi dan menemukan solusi terbaik untuk anak-anak dengan sekolahnya yang sudah tak nyaman digunakan,”paparnya.

Terkait Permasalahan Anak Pasca Bencana, pihaknya menemukan kondisi yang penting untuk dikawal dan mendapatkan perhatian diantaranya bagimana membantu keberlangsungan pendidikan anak dibalik gedung sekolah yang hancur dan tidak dapat digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran; atau kalau pun dapat, kondisinya sangat menghawatirkan.

Baca Juga 

“Solusi sementara, kita aktif menggandeng IGTKI (Ikatan Guru TK Indonesia) untuk ikut terjun beraksi langsung, mereka sudah turun dan kita kerjasama dalam program trauma healing sambil mencari solusi terbaik untuk fokus pada pemenuhan hak-haka anak, karena kalau bangunan atau fisik dan tempat tinggal, sudah ada ahlinya yang memperhatikan,”imbuhnya.

BACA JUGA  Kabar Guru Pra Merdeka "Dari Harlah 55 Sekolah Bersejarah - SPG Negeri Selong"

Untuk memaksimalkan terapan atas perhatian tersebut pihaknya merindukan bagaimana IKA SPGN Selong dibawah bendera Yayasan Alumni SPGN Selong dimasa depan memiliki Communty Organization (CO) atau Community Development (CD) yang mampu melakukan Social Work Dictionary dan Pengorganisasian Masyarakat dalam rangka menolong individu, kelompok, dan masyarakat terutama anak untuk memecahkan masalah sosial dan meningkatkan kesejahteraan sosial melalui usaha bersama yang terencana.

“Karena wilayah yang terkena dampak bencana Gempa Bumi di Lombok adalah wilayah rawan bencana yang selalu dihantui setiap tahun, terutama di musim hujan,” tambahnya. (mz)

Leave A Reply

Your email address will not be published.