Dilema Para Pemimpin Bangsa Antara Covid 19 dan Omnibus Law

252

Ahad Artikel, LOMBOKim.com – Situasi meluasnya virus COVID -19 di Indonesia mengharuskan pemerintah lebih fokus dalam pencegahan penyebaran, kini terbagi lagi sejak rapat paripurna kamis (2/4) DPR menyetujui pembahasan RUU Omnibus law.

Dewan Perwakilan Rakyat diasumsikan menjadikan wabah virus corona sebagai jalan mempermudah pengesahan RUU yang terbilang kontroversial ini. Bagaimana masyarakat tidak tidak berasusmsi seperti itu???

Realita yang terjadi wabah yang sangat ganas ini di selipkan pembahasan yang tidak ada urgensinya di banding dengan pencegahan penyebaran virus corona ini.

Aziz syamsuddin dalam rapat paripurna membacakan surat presiden (surpres) Omnibus law cipta kerja yang telah di serahkan pemerintah ke DPR RI (12/2)

Setalah membacakan surat dari presiden tentang omnibus law, tak lupa juga aziz syamsuddin menyampaikan surat presiden (supres) tentang pengajuan RUU keuangan negara dalam penanganan Covid-19.

Setelah itu dalam sidang paripurna, wakil ketua DPR Ri Aziz Syamsuddin selaku pemimpin rapat melemparkan pertanyaan kepada peserta yang menghadiri. ” Bisa kita sepakati untuk RUU cipta kerja setelah di serahkan kepada badan legitimasi (baleg) bisa di sepakati???

“Setuju” Teriak para anggota dewan yang hadir (CNN Indonesia) kamis 02/04/2020. 20:36.

Situasi inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat.

Dalam rapat paripurna tersebut ada 2 perwakilan Fraksi yang tidak setuju dengan pembahasan omnibus law , partai Demokrat Benny k. Harman dan anggota fraksi PKS Aboe bakar alhabsyi, ketidaksetujuan dari 2 fraksi menimbulkan permintaan agar memprioritaskan penanganan pandemi covid-19, akan tetapi supres tentang omnibus law tersebut tetap di setujui forum.

Sebuah kejanggalan yang masih tersirat dalam benak masyarakat, mengapa dalam situasi yang sangat genting dan membutuhkan pikiran dan gerakan untuk memberantas virus corona, terselipkan desakan pengesahan RUU omnibus law.

Seberapa urgensinya RUU omnibus law dalam kelangsungan hidup masyarakat di banding pencegahan virus yang mematikan ini, menjadi pertanyaan mendalam kami sebagai mahasiswa sekaligus pemuda yang….entahlah mengamati tingkat elit yang terasa kocak, tapi sayang tak menghibur. I Muhammad Khalid Rozani untuk Forum Ahad Artikel LOMBOKim.com, Sabtu (4/4)

BACA JUGA  Pandemi Belum Berakhir, Sudah Saatnya Rakyat Indonesia Bersatu Bukan Beradu!

Leave A Reply

Your email address will not be published.