Digelar HMI, Kapolda NTB Hadiri Dialog Publik, Bahas Sirkuit Mandalika

257

Mataram, LOMBOKim – Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal menghadiri sekaligus sebagai Keynote Speaker Pada acara Dialog Publik yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram dengan tema “Meninjau Multiplier Effect Perhelatan WSBK Terhadap Pembangunan NTB” bertempat di sekretariat HMI Cabang Mataram. Senin (15/11/2021)

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Wadir Intelkam Polda NTB, Kabid Pemasaran Dispar Prov. NTB, Vice President Contruction and SRM ITDC, Ketum HMI Cab. Mataram, Ketum KOHATI HMI Cab. Mataram, Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cab. Mataram & Para Peserta Dialog Publik.

Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal membuka dialog tersebut dengan menjelaskan keberhasilannya terkait Penyelesaian lahan di sirkuit Mandalika.

BACA JUGA  Diwarnai Tarji, Begini Aksi Wartawan Lotim untuk Korban di Sumut

“Penyelesaian lahan di sirkuit mandalika tersebur dilakukan secara bersama demi kesuksesan Provinsi NTB mengusung event Internasional. Kami terus mengajak stak holder terkait berkomunikasi agar penyelesaian lahan tersebut bisa selesai dengan mengedepankan prinsip pendekatan kepada masyarakat setempat dan secara humanis.”

Terkait dengan tema yang diusung dalam kegiatan diskusi tersebut, Irjen Iqbal juga mengutip atas apa yang dikatakan oleh meteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartarto ketika melakukan kunjungan kerja di sirkuit mandalika bahwasanya Perkiraan potensi ekonomi pada pergelaran WSBK dan Moto GP minimal mencapai 500 Milyar.

Iqbal mengatakan, angka tersebut merupakan multiplier effect dari pergelaran WSBK dan Moto GP yang akan digelar di sirkuit Mandalika.

“Angka capaian (500 M) teraebut merupakan Multiplier effect dari pergelaran yang diperkirakan akan ditonton oleh 130.000 penonton dengan catatan dengan tetap mengepankan protokol kesehatan serta Potensi penambahan tenaga kerja oleh multiplier effect di Mandalika tersebut hampir mencapai 8000 orang. Artinya Ini suatu keberkahan bagi provinsi NTB.” Jelasnya

Iqbal pun menambahkan bahwasanya Terjadinya gangguan keamanan 90% diakibatkan oleh residu tidak sempurnanya pengelolaan terkait ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya. “Apabila Perkembangan ekonomi dan sosial budaya sudah sempurna, maka gangguan keamanan pasti akan terminimalisir karena teorinya ialah jika Kesejahteraan meningkat, maka gangguan keamanan pasti menurun begitu juga sebaliknya.” Ujar iqbal

BACA JUGA  Omnibus Law Dikritik, Gubernur NTB Berharap Penyampaian Aspirasi Berjalan Baik, Tertib dan Kondusif

Di penghujung arahannya, ia mengajak para pemuda agar diskusi ini meghasilkan ide ide yang cerdas serta kritis yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Selamat berdiskusi, semoga diskusi ini menghasilkan ide ide yang cerdas dan kritis, agar nantinya hasilnya bisa disampaikan ke pemerintah daerah. Sebab pemikiran para pemuda adalah pemikiran segar, strategis, karena para pemuda adalah generasi muda penerus pembangunan nasional” tutupnya (rsa)

Comments are closed.