Di Kamar Mandi Hotel, Kepsek Asal Wakan Lombok Timur Ini Wafat

162

MATARAM, Dutarinjani.club.  –  Innalillahiwainna Ilaihirojiun. Warga Desa Wakan yang diberitakan bernama Ruwian (60), warga Desa Wakan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, ditemukan tewas tanpa busana di sebuah kamar hotel melati di wilayah Cakranegara, Kota Mataram. Rabu (21/8/2019) sekitar pukul 06.00 Wita. Korban diketahui merupakan salah seorang kepala sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

Jasad korban pertama kali ditemukan seorang penjaga hotel bernama I Made Bagus Alit Mahendra. Menurut Made, korban menginap di hotel sejak Selasa pukul 20.30 Wita dan langsung masuk ke kamar nomor 19. Sebelum masuk ke kamar, korban sempat menitip pesan kepada saksi untuk dibangunkan pukul 24.00 Wita.

“Karena ada pesan dari korban, saya bangunkan korban tapi tidak ada respon,” kata Alit di Polsek Cakranegara seperti di kutip dari Antaranews.com.

BACA JUGA  Di Desa Pernek, Polres Sumbawa Bekuk Pengedar Narkoba

Kemudian pada pukul 06.00 Wita ia pun kembali menggedor pintu kamar namun tidak juga mendapat respon dari korban. Karena tidak ada jawaban, ia pun berinisiatif membuka kamar korban yang tidak dikunci dan melakukan pengecekan.

“Korban ditemukan meninggal di dalam kamar mandi tanpa busana dan posisi tergeletak,” ujarnya.

Wakapolsek Cakranegara Iptu Made Karta mengatakan, petugas kepolisian langsung mengevakuasi jenazah korban ke rumah Sakit Bhayangkara. “Jenazahnya langsung kami evakuasi ke rumah Sakit Bhayangkara untuk kepentingan pemeriksaan medis,” katanya yang dikonfirmasi wartawan di Mataram, Rabu.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Made, pihak rumah sakit belum menemukan tanda-tanda kekerasan. “Untuk sementara, belum ada tanda

Sementara itu, dari keterangan saudara korban, H Abdul Wahid mengungkapkan, sehari sebelum ditemukan meninggal korban sempat menghadiri rapat di kantor UPTD. Selesai rapat, korban sempat menghubunginya.

“Saya bilang ada tamu datang, lalu korban bilang lagi di luar,” ujarnya. Abdul mengatakan, korban tidak memiliki riwayat penyakit, ia pun kaget begitu mendengar kabar korban meninggal dunia. “Tadi pagi ada telepon mendadak, kalau korban meninggal. Padahal korban tidak punya riwayat penyakit,” katanya.

Wakapolsek Cakranegara Iptu Made Karta mengatakan, petugas kepolisian langsung mengevakuasi jenazah korban ke rumah Sakit Bhayangkara.

“Jenazahnya langsung kami evakuasi ke rumah Sakit Bhayangkara untuk kepentingan pemeriksaan medis,” katanya yang dikonfirmasi wartawan di Mataram, Rabu.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Made, pihak rumah sakit belum menemukan tanda-tanda kekerasan.

BACA JUGA  Oxpam dan UGM Segera Gelar Workshop, Bahas Anggaran & Gender, Ini Temanya

“Untuk sementara, belum ada tanda-tanda kekerasan ditemukan. Jadi penyebab kematian korban masih didalami,” ujarnya.

Sementara itu di Kompas.com memberitakan, saudara korban, H Abdul Wahid  menerangkan sehari sebelum ditemukan meninggal korban sempat menghadiri rapat di kantor UPTD. Selesai rapat, korban sempat menghubunginya. “Saya bilang ada tamu datang, lalu korban bilang lagi di luar,” ujarnya, mengutip dari Kompas.com

Abdul mengatakan, korban tidak memiliki riwayat penyakit, ia pun kaget begitu mendengar kabar korban meninggal dunia.

“Tadi pagi ada telepon mendadak, kalau korban meninggal. Padahal korban tidak punya riwayat penyakit,” katanya.  Berita terkait bisa dibaca di Kompas.com dan Tribunnews.com. Selengkapnya bisa dibrowsing dengan Kata Kuci Kepala Sekolah Di Lombok Timur dan terkait, Rabu, 21 Agustus 2019

Leave A Reply

Your email address will not be published.