Desa Santong: Akhirnya Tersinggung Juga

321

LOMBOKim.com – Mata Garuda NTB merupakan sebuah organisasi yang menghimpun ratusan penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang berasal dari NTB. Organisasi memiliki visi untuk bergerak bersama semua elemen masyarakat. Ketika pandemi Covid-19 menyerang NTB, kami bergerak cepat untuk mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan warga dan apa yang harus kami perbuat.

Kami sudah membentuk Tim Tanggap Corona. Kami melakukan berbagai upaya untuk ikut terlibat dalam penanganan Covid-19. Walhasil, Alhamdulillah kami berhasil menggalang lebih dari Rp 10 juta donasi dan mendapat bantuan 100 pieces APD full cover beserta masker Medis dari Mata Garuda Pusat. Uang donasi kami belanjakan dalam bentuk paket sembako dan paket suplemen bagi kaum pra sejahtera dan lansia. Tidak hanya itu, kami juga belanjakan masker untuk dibagikan kepada masyarakat NTB.

Penyerahan Bantuan Masker kepada Warga Oleh Ketua Mata Garuda NTB Berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Santong

Apakah Kami Melupakan Santong?

Tentu tidak bosque. Sebagai penyandang status sebagai desa santai, kami harus melakukan sesuatu. Saat Santong hanya fokus pembangunan gedung baru, kami membagikan sejumlah paket sembako kepada warga Santong yang selama ini termarjinalkan. Ada puluhan paket sembako dan suplemen yang kami bagikan tanpa sepengetahuan bosque.  Selain paket sembako, kami bersama karang taruna juga memberdayakan penjahit lokal Desa Santong untuk memesan masker yang akan dibagikan kepada warga yang baru pulang dari daerah atau negara terjangkit. Ini mirip pepatah lama, “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”. Selain memberikan masker kepada masyarakat membutuhkan, kita menghidupkan ekonomi penjahit lokal.

Saat itu Santong sedang berbuat apa? Entahlah. Katanya sedang sibuk pendataan. Ditanya soal data juga jawabannya entah kemana. Ditanya apa yang menjadi indikator orang dapat JPS NTB Gemilang dan BLT Dana Desa. Jawabannya #%$#$%$. Seolah ingin berkata “Jangan coba-coba ganggu Santong, Kamu tau apa soal Santong? Kamu sudah berbuat apa untuk Santong?” INGAT! Kalau kalian sedang mencoba memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah, lalu penolakannya (self denial) lebih dominan. Maka kalian jangan jawab serius. Cukup jawab, “Saya berkontribusi sesuai perintah bapak. Asal Bapak Senang. Itulah prinsip kami”. 

Apakah Santong Harus Tetap Santai?

Apakah kondisi Santong yang tetap santai harus kami biarkan. Tidak bosque. Kami berkepentingan agar Santong juga gerak cepat dan gesit seperti desa lainnya. Kami berkepentingan juga agar Santong secara transparan dan terbuka dalam pengelolaan aset dan keuangan desa. Kami berkepentingan agar Santong juga melibatkan semua elemen secara representatif dalam memutuskan suatu kebijakan. Kami berkepentingan agar Santong lebih tampan menawan nan sejahtera, seperti kepala desanya.

Namun Alhamdulillah. Setelah sekian purnama. Santong akhirnya sedikit mulai bergerak mengikuti irama desa lainnya. Kita apresiasi itu semua. Dia kayaknya tersinggung dibilang Desa Santai. Dia mencoba memamerkan bagaimana lancarnya merangkak di antara desa yang sudah berlarian. Katanya dia tidak ingin buru-buru belajar berjalan, apalagi berlarian. Dia takut terjatuh dan “barus babak”. Maka jangan sekali-kali memberikan dia tips dan trick bagaimana cara berjalan yang baik dan benar. Kamu akan dianggap tidak paham dan merusak suasana saja. Meskipun saya sangat percaya, ketika dia bisa jalan. Dia juga akan tetap pamer.

Santong Baper, Kamu Jangan Apatis?

Ketika apa yang menjadi kritik konstruktif seolah diabaikan. Tetap lanjutkan anak muda. Jangan karena mereka baperan ketika dikritik, kita malah jadi apatis. Saat ini ada banyak sumber bantuan untuk masyarakat. Sebagai anak muda, kita berkewajiban untuk membantu dan memperjuangkan warga yang selama ini termarjinalkan untuk diprioritaskan. Kita juga harus memperjuangkan transparansi penyaluran agar semua orang bisa melihat dan mengawasi. Jangan sampai ada penerima ganda. Kita harus mendorong agar desa menempelkan siapa saja penerima bantuan PKH, BPNT, JPS Kemensos, JPS Gemilang, JPS Kabupaten, dan BLT DD. Buka datanya untuk umum agar masyarakat juga bisa berpartisipasi mengawasi. 

Salam Cinta dari Pengagum Santong.

Ditulis oleh Muhamad Bai’ul Hak (Ketua Mata Garuda NTB)

Keterangan : Redaksi menerima hak jawab dari setiap instansi terkait opini yang dikirim penulis/warga/pemuda/mahasiswa. Kirim Hak jawab Anda dengan menghubungi Redaksi melalui nomer yang tersedia di box redaksi.

Comments are closed.