Dampak Buruk Smartphone Pada Anak Usia Dini, Para Orang Tua Diajak Renungi Ini

268

LOMBOKim.com – Tuntutan era industri 4.0 mendorong para orang tua untuk membiarkan anak mereka yang masih berusia dini mengenal dan menggunakan smartphone. Membiasakan anak menggunakan smartphone dipandang sebagai hal yang lumrah guna mendukung proses belajar anak sekaligus memberikan kesempatan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi..Bahkan tak sedikit dari orang tua merasa bangga jika anaknya memiliki smartphone pribadi karena mengindikasikan kesuksesan dari keluarga tersebut.

Tapi pernah kah kita berfikir dampak buruk smartphone pada anak?

Sadar atau tidak smartphone secara perlahan membentuk seseorang anak menjadi loner atau cenderung menarik diri dari kontak sosial sehingga fungsi sosialisasi pada diri mereka semakin menurun. Dampaknya, ketika mereka dihadapkan dengan komunkasi face to face pada kehidupan sosial maka mereka cendrung susah berbicara disebabkan kebiasaan berkomunikasi melalui texting di dunia maya. Dan hal ini dapat membentuk kepribadian anak menjadi seorang pemalu dan lebih suka menyendiri.

Sejatinya anak kecil memiliki rasa ingin tahu yang tingi hingga tak jarang memicu mereka bertanya kepada orang tua atau orang terdekat untuk menjawab rasa penasaran tersebut. Lalu bagaimana jika anak-anak menggunakan smartphone sebagai objek untuk mencari rasa ingin tahu tersebut tanpa adanya pengawasan orang tua? Tentu hal inilah yang menjadi kekhawatiran kita bersama.

BACA JUGA  Desa Santong: Akhirnya Tersinggung Juga

Banyak orang tua tidak menyadari bahwa smartphone dapat menggeser peran orang tua sebagai sosok penuntun jikala si anak ingin mengetahui hal baru yang dilihat dan didengarnya. Kok bisa? Jika anak terbiasa berinteraksi dengan smartphone bukan tidak mungkin mereka lebih tertarik menjadikan smartphone sebagai objek untuk mencari rasa ingin tahu akan suatu hal, tentu ini sangat masuk akal karema smartphone menawarkan kemudahan dalam mengakses segala hal. Dampaknya, anak-anak berpotensi terjerumus ke hal-hal yang tidak seharusnya mereka ketahui. Katakanlah kekerasan, asusila dan konten-konten negatif lainnya karena sejatinya smartphone tidak sebijak orang tua dalam mendidik.

Kebiasaan berinteraksi dengan smartphone tentu akan menyebabkan ketergantungan pada anak sehingga berpotensi memunculkan masalah yang lebih kompleks seperti masalah kesehatan dan psikis. Oleh karena itu, kita harus sadar bahwa kehadiran smartphone merupakan solusi yang memiliki kebermanfaatan luas, namun disatu sisi berdampak buruk bagi anak-anak jika tidak dibarengi pengawasan orang tua. Sehingga keterlibatan aktif orang tua dalam hal ini sangat penting.

BACA JUGA  Keren BAPPEBTI, Pemda dan APH Perkuat Sinergi Cegah Tawaran Investasi Bodong di NTB

Setiap orang tua tentu selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Tidak mengherankan jika mereka memberikan fasilitas terbaik untuk anaknya mulai dari ruang, pendidikan dan teknologi. Namun sayangnya tidak diiringi oleh pengawasan yang ketat. Alangkah baiknya jika penggunaan smartphone pada anak dibatasi dan digantikan dengan buku-buku dan media yang lebih bermanfaat agar generasi bangsa tidak keropos dari nilai-nilai agama, adab dan ilmu. (Farid Wajdi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.