Curhat Mahasiswa Asal Lombok di Jawa: Gak Bisa Pulang, ya Mau Gimana Lagi

408

Keruak – LOMBOKim.com Sejak semakin merebaknya virus corona, beberapa daerah di Indonesia sudah menerapkan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pemerintah Provinsi NTB pun telah mengambil keputusan untuk membatasi akses mobilitas ke luar daerah. Bandara dan pelabuhan resmi ditutup.

Namun gimana kabar orang-orang yang nggak bisa pulang kampung? Sebenarnya mau diistilahkan mudik atau pulang kampung gak penting, mereka tetep aja nggak bisa kembali ke kampung halaman. Terlebih udah masuk bulan puasa, kondisinya pun pasti makin nelangsa. Nggak bisa puasa dirumah, nggak bisa lebaran dirumah, sedih.

Ternyata nggak cuman pekerja yang nggak bisa mudik tahun ini, nggak sedikit Mahasiswa yang ternyata masih tertahan di rantauan. Salah satu mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas asal Lombok, Wahyu Auliya (21) bercerita kalo dia udah lumayan lama nggak pulang kampung. Alih-alih berencana pulang sebelum puasa, malah keduluan sama virus Corona.

Curhatnya, sampe sekarang ada sekitar 4 orang mahasiswa asal Lombok yang masih tertahan di asrama dan ternyata lagi skiripsian, alias Mahasiswa semester akhir. Menurutnya, saat ini pihak kampusnya emang udah memberlakukan peraturan yg super ketat di asrama. Mahasiswa sama sekali nggak boleh keluar asrama, kecuali ya untuk hal-hal yang bener-bener penting dan mendesak.

“Sejak adanya pandemi ini, di asrama udah banyak muncul peraturan baru. Mahasiswa gak dibolehin keluar asrama kecuali ada hal penting. Misalnya bimbingan ke dosen sepuh yg ngeharusin nyerahin hardcopy bimbingan” ungkapnya (29/04/2020).

Mahasiswa Teknik Mesin ini sebenarnya bisa dibilang tabah banget, pesannya dengan adanya wabah di bulan puasa ini kita harusnya bisa makin Istiqomah buat ibadah, tarawih di rumah, tadarusan di rumah, serba di rumah harusnya bisa bikin kita lebih dekat lagi sama Allah.

“Rasanya gak bisa pulkam, pastinya ya sedih. Kegiatan selama bulan puasa ini rasanya nggak lengkap aja, nggak bareng sama keluarga, cuman bisa ngedenger suaranya lewat telpon. Tapi ya mau gimana lagi, orang tua minta buat tetep disini. Ya harus dipatuhi, demi kebaikan bersama” sambungnya. Untungnya, semua kebutuhan selama di asrama juga bisa dipenuhi. Dari takjil, makanan berbuka sampai sahur Alhamdulillah masih aman. Pihak kampus juga udah ngasih beberapa vitamin buat mahasiswanya biar tetep sehat selama di asrama.

Well, kita (Mahasiswa) yang bisa pulang kampung, ngumpul sama keluarga, kuliah online mungkin masih sering ngeluh. “Bosen di rumah, gak bisa kemana-mana, bosen kuliah online, bosen rebahan…” Padahal di luar sana, nggak sedikit kok saudara-saudara kita yang gagal pulang. Diisolasi di asrama, nggak bisa ngumpul sama keluarga, dan sama aja kok tetep kuliah online. Terlebih dengan kondisi bulan Ramadhan, jauh dari orang tua, duh. Jadi kita yang udah di rumah, tetap diam di rumah, ikutin peraturan pemerintah ya, jangan ngeyel. Semua pasti berlalu. (Yunita)

Comments are closed.