Corona Vs “Koro-Na”: antara Bansos & Krisis SDM NTB

222

Sumbawa – LOMBOKim.com, Corona menangis melihat ini!!!

Pada masa pandemi, masyarakat berjibaku mengendalikan virus Corona & “Koro-Na”. Koro dalam bahasa Mbojo & Samawa ialah sifat Marah/ Pemarah (kilometer25.blogspot).

Acap kali masyarakat kwalahan membendung sifat “Koro-Na”, apalagi urusan kebiasaan dan isi perut. Terlebih musim BANSOS dimana banyak terlihat orang emosi dan miskin hati. Jika dikawinkan keduanya melahirkan krisis SDM dan beranak pinak jadi Koro.

Kok Bisa?

Fenomena krisis SDM ditengah pandemi sering tersajikan di NTB ini. Siapa yang tidak ingat dengan Demo warga Lombok barat minta masjid dibuka, Demo warga Bagik Payung tuntut Kasi Kesra dicopot diduga menyelewengkan bansos, demo tuntut harga jagung di bima, pemukulan wartawan oknum kadus terkait bansos, ribut urusan data bansos di sosmed dll.

BACA JUGA  Mengenal Sosok Ketua BEM UNRAM Lebih Dekat

Disisi lain saya apresiasi SDM NTB yang kian kritis terhadap kebijakan pemerintah, tetapi harus ingat kita sedang dikelilingi virus mematikan. Penyampaian aspirasi yang tentu harus mengedepankan protokol kesehatan. Para ahli di Indonesia sepakat kalau kesehatan masyarakat no. 1.

Maka bisa dibilang musuh terbesar kita saat ini adalah COVID-19 and Stupidity. Sebenarnya ini soal kesabaran dan pengetahuan saja, andai saja kita dikarunia hobby membaca dan tabayyun. Mungkin NTB ini bisa lebih Gemilang, bukan main sebagian besar permasalahan terjadi akibat misskomunikasi.

BACA JUGA  Dilema Para Pemimpin Bangsa Antara Covid 19 dan Omnibus Law

Kalau saja semua sudah mengedepankan egoisme dan mengesampingkan protokol kesehatan. Maka saya ingin mengajak handai taulan yang memahami ini untuk terus menyampaikan / mengajak masyarakat kita memeranginya. Bukan dengan cara “Koro” ! hehehe.

Itu PR kita bersama, Nah untuk Pemerintah yang terhormat, para pelayan masyarakat yang memiliki kuasa banyak dalam menyusun data Bansos. Yuk minimalisir kejadian-kajadian diatas, ini bentuk ketidak hati-hatian dalam mengambil kebijakan.

Ada banyak solusi untuk itu : 1. Lakukan updating data Bansos, 2. Transparansi data Bansos, 3. Libatkan seluruh elemen dalam pengambilan keputusan terkait data Bansos, misalnya dengan cara Musyawarah atau rapat. 4, Kerja cepat dan tepat.
Saya rasa gak bakalan banyak masalah timbul, kecuali pemerintahnya bermain dibelakang. Maka, jangan salahkan masyarakat jika ada isu di sosmed tentang korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam bansos ini.

BACA JUGA  Konsisten Tolak Omnibus Law, BEM UNRAM Fasilitas Sidang Rakyat

Ada ungkapan yang membuat saya mengangguk ”Kualitas Pemimpin akan terlihat ketika dihadapkan pada Masalah”. Maka bersyukurlah pemimpin yang berhasil melerai pertarungan 2 virus ini. Jarang dan rumit..

Kali ini, sejauh mata memandang “Koro-Na” menang dalam pertarungan sengit, tapi yang paling sedih adalah virus Corona. Karena dengan Krisis SDM dia tak punya harga diri ditengah masyarakat. Mungkin ini menjadi salah satu cara masyarakat melecehkan virus Corona ini agar balik ke Wuhan, China. heheheh

Ditulis oleh: Anggun Firmansyah (Menteri PSDM BEM Universitas Mataram)

Leave A Reply

Your email address will not be published.