Cinta Indonesia Dari Taiwan

141

Taiwan, LOMBOKim – Catatan ini untuk mengawali motivasi menulis kepada Adikku tercinta yang jauh disana. Taiwan. Inspirasi juga untuk adik-adik SMK Gunung Rinjani Lombok, Mahasiswa UGR dan pembaca semuanya tentang sebuah nama, sebuah cinta, atau apa sajalah  bagi Anda yang sedang mendalami arti kemerdekaan dan cinta Tanah Air.

Terserah apakah Anda belum merasa merdeka, atau apa sajalah yang jelas Saya berharap saat ini Ada cinta tertanam di dada Anda. Fokus Cinta Tanah Air, Indonesia tersayang. Meskipun di Film Dilan 1991 tercuplik pemerannya tak ingin membagi cintanya kepada rakyat gara-gara cintanya kepada sang Kekasih (Pacar). Tapi untuk saat ini, stop dululah “Kita Fokus Menanam Cinta untuk Indonesia”

BACA JUGA  Sempat Dikucilkan, Keluarga PDP Asal Tanjung Luar Negatif Corona

Hari itu 17 Agustus 2019 dari Whatsapp terkirim sebuah photo seperti yang ada di laman ini. Itu Photo dari Taiwan Lo. Negeri orang. Bendera kita bedalah sama bendera Taiwan. Apalagi Ideologi kita. Bla..Bla..Bla….

Jika tak percaya, tunggu saja tulisan Adikku. Dia bakal nulis soal bahasa keseharian Taiwan kali ya?. Atau cara orang Taiwan merawat Markisa, atau sebebasnyalah berkreasi. Biar jika Ada yang merasa di Negeri ini sulit lapangan pekerjaan, bisa ada pengalaman sebelum meluncur ke Taiwan.

Meski kata fakta “Hujan Batu di Negeri sendiri, lebih Indah daripada Hujan Emas di Negeri Orang” tapi ya. Kalau udah takdir kesana aja dan Akhirnya tulisan ini, manfaatnya bertambah. Oke. Kembali ke “Cinta Indonesia Dari Taiwan”

Sebenarnya sih, tulisan “Cinta Indonesia Dari Taiwan” ini Saya harapkan bisa dilanjutkan sama Adikku itu. Karena jujur saja, Saya ndek tau bagaimana rasanya mencintai Indonesia dari Taiwan. Hanya saja karena melihat photonya, Saya jadi haru bahwa perasaan cinta kepada negeri ini, olehnya sungguh dalam.

BACA JUGA  Curhat Mahasiswa Asal Lombok di Jawa: Gak Bisa Pulang, ya Mau Gimana Lagi

Meskipun mungkin di Negeri ini, Adikku tak bernasib seperti putra-putri korban Nepotisme itu. Bisa menikmati jabatan pemberian keluarga, uang korban hasil korupsi, dan lain-lain. Jangan sampailah ya dik “ Naudzubillah”. Dan, meskipun demikian, Saya membacanya, Ia Tetap cinta kepada Indonesia.

Singkatnya, mudahan tulisan ini bisa dilanjutkan olehnya. Tapi tentu tidak ngelantur seperti tulisan Saya. Melainkan murni, tentang sebuah cinta. Salam cinta Indonesia, Dirgahayu 74 Tahun Indonesia Merdeka (Om-z/red).

Leave A Reply

Your email address will not be published.