Mbora (Part 1) Catatan Perjalanan Pendakian Ke Gunung Tambora

311


L. M. Daefullah – Sabtu, 26 September 2020

Mohon maaf, hari ini baru bisa nulis lagi, oke langsung saja, ya ..


Alhamdulillah, selesai juga trip hari ini. Saya dapat info dari amaq Rian, bahwa semua tim sudah sampai di bawah, sedang istirahat dan makan bakso di dekat Rest Area Sembalun.

Tim porter, amaq-amaq dah datang juga, bang Tarzan datang jemput saya untuk kumpul kembali. Motor yang tadinya dipinjam ma mbak Eka dan bang Gilang yang dipakai ma bang Tarzan.

Selama perjalanan dari rumah amaq Rian ke tempat kumpul, bang Tarzan cerita bagaimana senangnya para tamu yang bakar ikan di danau Segara Anak. Syukurlah, jadi senang juga.

Bang Fadil, bang Bob, bang Yon, bang Alfi dan bang Palar terlihat duduk di luar, melepas lelah. Saya lihat dari luar bang Agus, mbak Rahma, mbak Efa, mas Gilang, mbak Eka, mbak Keke, bang Canro, mbak Evi, dan mbak Nita sedang menikmati santapan bakso hangat yang menggugah selera.

BACA JUGA  Polresta Mataram Terima Kunjungan Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi

Kami sama-sama saling bertanya kabar dan alhamdulillah semua dalam kondisi baik-baik saja dan terlihat bahagia, dibalik capek yang mereka rasakan.

Selesai makan bakso, semua tamu dan crew kumpul kembali ke tempat breafing pertama kali di hotel dan resto Rinjani Hill untuk ambil pakaian, peralatan maupun perbekalan yang tidak dibawa selama pendakian, sambil beres-beres, mengembalikan barang-barang tamu yang dititip di pendamping masing-masing.

Alhamdulillah, bang Yon di kasih kacamata ma mbak Rahma, dan saya dapat jaket serta sandal outdoor yang dititip di bang Bob. Hee, rezeki tak terduga deh. Terima kasih mbak Rahma.

BACA JUGA  LOMBOKim Gelar Juwisata for KIS Ke Marbot dan Panitia Pembangunan Masjid

Selesai beres-beres, Amaq Rian datang juga, masih dengan menyeret kaki berjalan setelah turun dari sepeda motor. Efek pertama kali naik dan lari saat turun kemarin, hee, makasih Amaq dah mau duluan turun, alhamdulillah jadinya semua sesuai dengan planning yang kita sepakati bersama. (kisah pendakian ke Rinjani dengan trip bang @suga_milan kapan-kapan kan saya catat ya, laptop masih error, syukur-syukur dikasih pinjam ma adik nih laptop).

Tiba-tiba Amaq nyelutuk, bang Daif aja yang diajak? Aaaa? Maksudnya? Saya heran dengar perkataan amaq, ternyata tamu-tamunya bang Agus mau langsung nanjak ke Tambora esok ini.

Adduh, ini tamu-tamunya bang Agus rada stress pula, padahal tubuh belum recovery dah pada mau naik lagi. Ke Tambora lagi.
Kalau saya terserah keputusan bersama. Keputusan finalnya nanti malam, setelah tamu-tamunya bang Agus dah istirahat kembali.

Kami kumpul melingkar, rasanya sudah tidak ada crew dan tamu lagi, rasanya dah seperti keluarga setelah turun dari Rinjani. Dan ini memang keren sekali. Bang Palar, menyampaikan kalimat perpisahan dan terima kasih untuk semua crewnya bang Agus. Salam perpisahan, semoga kelak bisa jumpa lagi di kesempatan yang berbeda. Duuh haru rasanya, padahal ini open trip, tapi sejuta rasanya. Hubungan kekeluargaan yang terbangun secara tak sengaja.

BACA JUGA  Kapolda NTB Apresiasi Soliditas TNI - Polri di Lombok Barat

Barang-barang sudah ready di tiga mobil. Satu Mobil untuk barang, dan 2 mobil untuk penumpang, siap menuju Mataram. Setelah semua dah siap, tak ada yang kelupaan, semua berangkat. Saya, amaq, bang Fadil, dan bang Yon, kembali ke tempat Amaq. Masih menanti keputusan malam ini, pa saya kan berangkat pergi jadi tim back up ataukah cukup sampai di sini, dan balik ke rumah bersama bang Yon.

Malam panjang, dengan kelelahan masing-masing, selesai sholat isya, kami tidur, terlelap. Menggantung, terima kasih untuk semuanya di hari ini.


Bersambung ke part 2

Leave A Reply

Your email address will not be published.