Calon Pasangan yang Malas Mengemis Cinta itu Bernama Egois?

312

Hiburan, LOMBOKim – Hai para Kimmer. Sebelum bahas judul diatas, kayaknya enggak afdhal kalau enggak ucap salam. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh sobat Kimmer.  Jawab dalam hati aja yah, soalnya takut ditau tetangga. Entar side dibilang gila, jawab salam sambil baca android di tangan pahitmu.

Kok tangan pahit?
Iya dong, mungkin aja baru basuh tangan dengan sabun trus belum bersih. Kan sekarang musim cuci tangan karena korona ya namanya? Wkwkwk.

Sebelum lanjut, ta jelasin dulu apa itu Kimmer. Kimmer adalah sebutan sayang, cinta, kangen dan teman-temannya untuk sahabat pembaca LOMBOKim.com dan Subsriber Youtube LOMBOKim.com.

Jadi begini ceritanya. Saya baru saja menerima sebuah curhat tentang orang yang sedang jatuh cinta. Tapi Dia ini berharap banget orang yang dicintainya itu memberinya perhatian lebih tanpa membalas perhatian yang setimpal atau sama dengan perhatiannya kepada calon pacar dah ta sebut ya. Ngerti g sih?

Ngerti g ngerti bukan urusan Saya dah. Belajar egois dikitlah, Karena egois juga bagian dari perlindungan diri. Jadi egois itu lumayan pentinglah. Tapi cuman dalam kasus ini. Pada kasus yang tidak membutuhkan egois, ya jangan egois dong. Walau egois itu penting, tapi sekali lagi jangan.

Teman Saya ini curhat sambil nangis. Tangisnya dalem banget. Maklum saja Dia lagi jatuh cinta mungkin namanya. Yang Ia tangisi adalah orang yang belum tentu menjadi pasangannya. Tapi, konon Dia cinta banget sama calon suaminya ini. Eh Jadi ketauan bahwa yang curhat ini adalah seorang cewek.

Seorang cewek pada dasarnya ingin diperhatikan lebih. Tapi bagi Saya, enggak pentinglah diperhatikan. Karena kalau terlalu diperhatikan Entar calon suaminya cemburu lagi. Kan berabe. Karena Saya yang menulis ini juga cowok, yang mengerti banget perasaan seorang cowok. Maksudnya, cewek lebih baik enggak usah terlalu banyak curhat sama cowok. Kecuali sama Saya kali ya. Wkwkwk..

Tapi sekali lagi untuk kasus ini Saya harus tegas, bahwa meskipun Anda cewek, tetaplah harus belajar perhatian sama orang yang Anda cintai. Orang yang Anda harapkan jadi calon suami Anda. Itung-itung belajar jadi calon Istri yang baiklah.

Karena Saya juga tau calon suaminya ini, sesuai dengan pembahasan di paragraph berapa ya? Empat, kali ya? Bahwa sesungguhnya Dia sudah berkorban banyak untuk teman Saya yang curhat ini. Hingga akhirnya Saya sarankan lah Dia agar tidak malas mengemis cinta. Tapi sewajarnya saja.

Karena kasusnya ini, tinggal nunggu jodoh aja. Nunggu waktu yang tepat untuk ijab Kabul, yang sudah pasti para saksinya bakal mengatakan sah, jika ditanya oleh penghulu dan keluarganya yang datang di hari pernikahan mereka. Kesimpulannya sih, kalau Anda yang saya maksudkan ini kena dengan apa yang sampaikan, maka tulisan ini dishare yah, siapa tau ada yang senasib dengan Anda. Wkwkwk.

Biar cepat nikah aja, dan jangan egois mengemis cinta. Karena kalau sama-sama egois, ntar musim koronanya pergi loh. Jadi nikahnya mahal lagi deh. Syuut…!!!!. Kan yang penting halal. Lagian dalam Islam kan, pernikahan itu sederhana banget. Enggak mesti, gitu deh. Yang Penting Lillahita’ala, InsyaAllah berkah. Wallahua’lam. (omz).

BACA JUGA  Mudzakarah Masturoh, 8 Pesanan / Tugas / Pembiasaan Perempuan

Leave A Reply

Your email address will not be published.