Buron Selama 2 Bulan, Pelaku Pencabulan Akhirnya Tertangkap

124

Praya, LOMBOKim.com. Satreskrim Polres Lombok Tengah, tangkap Seorang pria inisial LS usia 38 tahun, warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, karena mencabuli seorang pelajar berusia 11 tahun yang merupakan anak tetangganya.

Ipda Putu Titin Rahayu pada release yang diterima Tim Redaksi LOMBOKim, Jumat (10/7). Menjelaskan, Kejadian pencabulan dilakukan pada tanggal 4 April 2020. Dimana pada saat itu korban sedang bermain di rumah temannya, kemudian pelaku yang melihat korban bermain di rumah itu, masuk melalui pintu belakang dan langsung masuk dalam kamar saat korban sedang nyapu di kamar tersebut.

BACA JUGA  Pilkada NTB, Forum ini Beberkan Alasan Dukung Sitti Rohmi Djalillah

“Setelah itu, pelaku mengunci kamar dan membekap korban sambil mengancam korban, sehingga korban tidak bisa melawan,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku mendorong korban ke atas ranjang dan memaksa korban berhubungan intim selama 5 menit, sehingga korban harus pasrah keperawanan direnggut oleh pelaku. Setelah selesai menyetubuhi korban pelaku langsung pergi meninggalkan korban.

“Pelaku mengancam korban, sehingga korban tidak berani melawan,” ungkapnya

“Pelaku mengaku pacaran dengan korban, namun korban bilang tidak pernah,” jelasnya.

Lanjutnya, korban menceritakan kejadian itu kepada temannya dan keluarga, sehingga keluarga korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Lombok Tengah. Selanjutnya anggota melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan ditempat persembunyiannya.

BACA JUGA  Sambangi Kodim dan Polres Se Lombok, Kapolda NTB Mohon Do'a Ini

“Pelaku ditangkap di wilayah Kabupaten Sumbawa,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Tengah,

Menurutnya, Pelaku LS ini merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO), dikarenakan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Setelah melakukan perbuatannya pelaku bersembunyi di wilayah Kabupaten Sumbawa dan sempat buron selama 2 Bulan.

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 76 KUHP tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 18 Tahun penjara,” tegasnya (R_Sa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.