Berkah Corona, Siapa yang Diuntungkan?

134

LOMBOKim.com – Kita tentu sepakat bahwa virus Corona begitu berbahaya. Bahkan sudah banyak yang merenggang nyawa. Tak sampai disitu, perekonomian masyarakatpun “babak belur” dibuatnya. Lebih-lebih mereka yang kebutuhan dapurnya berasal dari kerja harian bukan gajian tiap bulan.

Berbagai tangisan, kelaparan, kekalutan sosial pada akhirnya menjadi santapan pagi yang bisa kita lihat di Televisi ataupun di temlen jagat media sosial setiap hari.

Sungguh, situasi serba sulit ini bahkan tak pernah terbayang sebelumnya….

Tapi taukah my sob,…
Di balik musibah yang begitu menyesakkan dada ini. Ternyata ada juga lo, sebagian orang yang justru merasakan betapa manisnya hidup di tengah Corona. Kasarnya, ya sebut saja Berkah Corona.

Siapa sajakah mereka? Yuk kepoin satu-satu.

1. Toko – Mart

Yups siapa yang tak pernah belanja ke toko yg punya label Mart dibelakangnya. Sebut saja ToMart, Kia-Mart, Kera-Mart, Nik-Mart atau Sela-Mart. Intinya yang ada Mart atau maretnya. Kalaupun gak ada Martnya setidaknya toko itu jualan sembako.

Misal kalau di Mataram ada toko yang Inisialnya N akhirannya A. Atau di Lombok timur, ada namanya toko Sinar yang dak pernah susah. Dibalik carut marutnya perekonomian karena corona, justru belio-belio pemilik toko itu, saya yakin laba nya meloncat tajem. Laa, gimana gak tejem, wong ada dua toko yang selalu saja disebut pak Jokowi atau gubernur gak boleh tutup. Yang pertama Toko Obat dan juga supermarket.

BACA JUGA  HRF, Lingkar Selatan Kota Mataram dan Dilan 1991

Akhirnya bisa dibayangkan, betapa banyak orang yang akhirnya lalu lalang masuk toko, borong belanjaan sana sini demi menjaga persiapan isi perut di masa corono. Semakin banyak orang yang belanja, semakin banyak pula laba tokonya… Mmm guriiih.

2. Youtuber

Disaat orang merasa gabut, karena harus Social Distancing. Disaat yang sama ada kuota intenet Hp. Maka tak pelak, youtub lah yang jadi sasaran.

Para youtuber pun makin menggila. Berbekal konten receh sekalipun akan tetap dibuka oleh netizen +62. Itulah kenapa youtuber Indonesia kaya kaya. Selain didukung karena jumlah pengguna internet yang begitu banyak. Juga warga kita yg gemar konten receh, alay dan gak guna.

3. Penjual KUOTA Internet.

Munculnya wabah corona, memaksa kita mengenal dan melakukan yang namanya WFH (work from home) atau SFH (study from Home). WFH atau SFH hanya bisa berjalan kalau ada Kuota Internet. Maka, menjual kuota di tengah pendemi corona tentu akan sangat begitu menguntungkan bagi para provider jaringan.

4. Toko Apotik/Penjual Masker.

Sudah dak perlu dibantah, kalau penjual masker ketiban rejeki. Jangankan penjual resmi dengan harga normal. Para tukang timbun masker dengan harga selangitpun akan untung besar. Bedanya penjual resmi harga normal untungnya Halal. Kalau para penimbun siap-siap masuk neraka ketemu Malaikat Izroil

BACA JUGA  UKM Bidang Automotif, Cara Memulai dan Membesarkannya

5. Mahasiswa yang selalu titip absen (gak ada angen kuliah)

Jujur saja, meski wajah kalian harus pura-pura terpaksa kuliah online dirumah, tapi dalam hati kecil kalian, Kalian seneng banget kan bisa libur berbulan-bulan kuliah karena corona? Ngakuuu aja…

Di medsos terlihat sedih, tapi dibalik itu, ada perasaan yanh ingin berteriak “Horeeeee”. Ahh sudah lah…

Oke itu dia, 5 pihak yang setidaknya mendapat berkah corona.

Terus, ketika keberkahan ada dipihak kalian, seharusnya apa yang mesti kalian lakukan?

Jika kalian memang untung ditengah corona secara materi. Maka Imbangi-lah dengan besaran sumbangan yang kalian salurkan ke masyarakat yang terdampak. Jangan cuma mencari untung, tapi sharing profit kesosialnya gak ada.

Misal, kepada provider jaringan. Kurangilah harga kuota bukan malah membuatnya lebih mahal.

Kepada pemilik toko supermarket yang menjual pangan. Kurangilah harga jual, perbanyak diskon dan hadiah kepada para pembeli. Setidaknya itu bisa membantu. Apalagi kalau ada stock pangan, alokasikan lah khusus untuk orang miskin yg kelaparan. Bukankah ada donasi yang sering kali di ambil dari kembalian recehan pembeli? Itu kemana???

Kepada para youtuber, juga sama. Misalnya Lord Atta halilintar. Jual yuk mobil hasil youtubenya.

BACA JUGA  Kurangi Kriminalitas, China Luncurkan Program Sistem Kredit Sosial

Lalu kepada mahasiswa yg males kuliah, kan sekarng kalian sudah di gubuk masing-masing. Yuk bantu jari relawan kemanusiaan. Jadi tukang semprot, atau jadi penjaga portal keamaanan.

Lalu terkait ini, tugas pemerintah apa kira-kira?

Sebagai regulator, pemerintah seharusnya juga atensi terkait ini. Tidak boleh ada pihak yg diuntungkan dengan bencana ini. Caranya. Pemerintah segera membuat mekanisme subsidi silang. Artinya yg untung secara materi harus bisa memberikan tanggung jawab sosial kepada mereka yang mengalami kerugian semisal rakyat kecil. Instrumen yg bsa dipakai, bisa melalui pengenaan pajak pagi bagi mereka yang mendapat profit. Atau pengenaan CSR yang lebih besar.

Atau yang kedua, Pemerintah seharusnya mendesak, bagaimana supaya produk ukm/rakyat kecil juga bisa laris ditengah corona ini. Program JPS NTB mungkin salah satunya. Ya itu memang bagus, pemerintah memborong produk mereka lalu dibagikan ke masyarakat.

Tapi jangka panjangnya gimana? Selama ini masyarakat tertekan dengan banyak ritel atau pedagang besar yang begitu seenaknya membuat harga jauh lebih murah, tapi produk yang dijual bukan produk lokal. Dampaknya kemudian bisa di tebak. Produk UKM gagal terjual, yang untung orang luar. akhirnya kemiskinan makin merajalela. Begitulah siklus yang terus berputar.

akhir kata, semoga wabah ini segera berlalu. (Abd Ghafur)

Leave A Reply

Your email address will not be published.