Apakah Covid-19 Sebegitu Menakutkan?

204

LOMBOKim.com – Dari awal kemunculannya, virus corona menghebohkan dunia karena penyebarannya yang begitu cepat menjangkit puluhan ribu orang di China dalam waktu sekejap.

Menyikapi keberingasan virus ini, setiap negara di dunia bersiap-siap menghadapi fase mengerikan ini
melalui pengawasan ketat para pendatang mancanegara terkhusus yang berasal dari China.

Ironsinya tidak genap satu tahun semenjak penyebaran covid-19 ini, beberapa negara mulai merasakan dampak signifikan dari covid-19 seperti merosotnya ekonomi negara, budget besar untuk memutus rantai penyebaran covid-19, bertambahnya jumlah pengangguran dan parahnya
lagi jutaan penduduk dunia terinfeksi covid-19 yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia.

Bahkan negara adidaya Amerika Serikat merasakan dampak yang paling mengerikan karena memiliki kasus terbesar di dunia. Tidak mengherankan jika stigma negatif dilabelkan ke covid-19 ini.

Lalu apakah covid-19 begitu menakutkan?
Pada dasarnya covid-19 tidak begitu mengerikan, namun media-media berita lebih gemar memberitakan covid-19 dari sudut pandang yang tidak menyehatkan psikis.

BACA JUGA  Gelar Penyemprotan Desinfektan, Pemdes Jembatan Kembar Bangun Sinergitas Wujudkan Kampung Sehat.

Media berita lebih cenderung membuat headline news berupa peningkatan kasus covid-19 setiap harinya, jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19, kesulitan para ahli dalam menemukan vaksin covid-19 dan beberapa informasi kekacauan akibat covid-19 yang berpotensi sebagai pemicu rasa pesimis bagi pembaca.

Padahal begitu banyak hikmah dari covid-19 yang justru perlu diviralkan karena kontennya menyehatkan psikis. Tidak mengherankan jika sebagian besar orang stigma terhadap covid-19.

Apakah covid-19 begitu membunuh? Tentunya tidak karena jika membandingkan angka kematian akibat covid-19 dengan angka kematian akibat kanker dan rokok tentu mereka lebih mengerikan.

BACA JUGA  Cegah Covid-19, Pengendara Roda Dua Harus Jaga Jarak Di Lampu Merah

Berdasarkan data worldometer kematian akibat covid-19 terhitung dari awal munculnya kasus mencapai 412.864 kematian, jika dirata-ratakan maka ada 1.996 kematian setiap harinya, sedangkan kematian akibat kanker yaitu 5.808 per harinya dan kematian akibat rokok mencapai 3.610 per hari.

Melihat komparasi data diatas, tentu covid-19 bukanlah sebagai penyumbang kematian terbesar. Bahkan rokok sebagai produk yang dikomersialkan saja lebih berbahaya daripada covid-19. Seharusnya kita lebih khawatir dengan rokok dibandingkan covid-19.

Selain itu, label “ Covid-19 tidak begitu menakutkan” muncul dari perilaku masyarakat yang menghiraukan aturan new normal seperti demonstrasi yang terjadi di Amerika yang tidak mematuhi aturan physical distancing dan para pemuda-pemudi di Indonesia yang berkumpul tanpa mematuhi aturan memakai masker.

BACA JUGA  Siaga! Pemdes Jotang Siapkan Pos Pemeriksaan Suhu Tubuh

Sejatinya persepsi “ Covid-19 tidak begitu menakutkan” terdeskripsikan dari tindakan mereka juga.

Ketua Tim Riset Corona atau Formulasi Vaksin PNF, Chairul Anwar Nidom mengatakan me para ilmuwan menyebutkan covid-19 memiliki daya bunuh yang rendah, tapi begitumenakutkan “ Covid-19 memiliki daya bunuh yang rendah jika dibandingkan dengan penyakit lainnya, tetapi geraknya sangat cepat“ ujar Chairul Anwar Nidom.

Meskipun covid-19 tidak mematikan layaknya kanker, rokok dan penyakit serupa, namun erdampak kompleks terhadap sektor esensial suatu negara seperti ekonomi, parawisata dan pendidikan.

Sehingga kasus ini tidak bisa dipandang remeh. Oleh karena itu, persepsi bahwa “Covid-19 tidak begitu menakutkan” adalah benar jika kita mematuhi kebijakan pemerintah seperti melakukan physical distancing saat berinteraksi, memakai masker, selalu mencuci tangan, dan menghindari keramaian. (Farid)

Leave A Reply

Your email address will not be published.