Geli, Intrik Warga Siasati Surat Edaran Pemdes Tebaban

524

Tebaban, LOMBOKim.com — Warga Tebaban termasuk +62 g ga?. Jadi gini. Wilayah desa saat ini menjadi lingkup terkecil dalam pengendalian penularan Corona. Pemerintah desa Tebaban, Kec. Sukamulia, Lombok Timur pada tanggal 28 Maret lalu telah mengeluarkan Surat Edaran terkait pembentukan relawan desa lawan covid-19.

Rosihan Anwar, selaku staff desa Tebaban, Lombok Timur menyampaikan kepada LOMBOKim.com, dalam surat edaran tersebut Pemerintah Desa Tebaban selain membentuk tim relawan juga menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga jarak, relawan akan melakukan pembagian masker, penyemprotan desinfektan setiap Minggu, pembagian sembako, serta melakukan pendataan dan memantau masyarakat yang pernah melakukan perjalanan ke luar daerah atau luar negeri.

BACA JUGA  Di Tengah Covid-19, Gerakan Karang Taruna Bersama Pemdes Ketangga Jeraeng Tetap Eksis

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa orang yang pernah melakukan perjalanan dalam waktu dekat ke luar daerah atau luar negeri yang terjangkit covid-19, harus melakukan isolasi diri selama 14 hari, karena resiko terpapar covid-19 sangat besar.

Deri Sukandi warga desa Tebaban yang baru pulang dari Bali dibantu Siti Masruroh menjelaskan “Siapapun warga yang telah melakukan perjalanan akan didata. Semua tim gugus covid-19 langsung turun termasuk RT langsung diperiksa oleh bidan dan pihak Puskesmas, yang tidak ada gejala isolasi sendiri dirumah dan yang mempunyai gejala langsung diisolasi selama 14 hari di Sekolah TK dekat SDN 1 Tebaban. Sampai sekarang masih ada warga Tebaban yang diisolasi disana”. Ungkapnya (28/04/2020).

Tetapi ternyata, edaran seperti ini terkadang tidak diindahkan oleh masyarakat. Adanya intrik dan cara warga yang bikin geli. Merasa tidak ada gejala, merasa baik-baik saja membuat mereka enggan untuk melakukan isolasi diri.

Bahkan terkadang pihak keluarga terlibat dalam menyembunyikan riwayat perjalanan yang ditempuh dalam waktu dekat, hal ini mungkin terdengar sepele, tapi tidak sedikit juga orang yang terjangkit virus ini tanpa menunjukkan gejala.

BACA JUGA  Rindu Bersua, HMI Komisariat UGR Cabang Selong Ucapkan Ini untuk Keluarga Besar HMI Se Indonesia

Semoga apa yang dilakukan di desa Tebaban bisa menjadi contoh untuk desa-desa yang lain, dan kita sebagai masyarakat hendaknya sadar dan taat menjalankan protokol kesehatan, demi keamanan diri kita sendiri dan lingkungan kita. (Susi Susanti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.